Mengenang Masa Sekolah Lewat Drama dan OST When We Were Young (2018)

Poster drama China When We Were Young (2018) menampilkan geng lima sahabat SMA bersepeda bersama di jalan sekolah yang asri dan penuh nostalgia

Mengingat masa-masa sekolah itu selalu punya cerita sendiri. Kadang bikin senyum-senyum, kadang juga bikin agak mellow. Kalau kamu lagi kangen banget sama atmosfer masa muda yang seru sekaligus penuh nostalgia, ada satu drama China rilisan tahun 2018 yang wajib banget masuk daftar tontonan kamu, When We Were Young.

Bukan cuma ceritanya yang memikat, tapi sejak detik pertama opening song-nya diputar, kita seolah langsung ditarik masuk ke mesin waktu.

Nostalgia Instan Sejak Nada Pertama Opening Song

Begitu nada pertama dari opening song drama ini masuk, kita kayak langsung dilempar ke suasana tahun 90-an. Menit awal lagu ini diisi dengan suara gitar akustik yang renyah, ketukan drum yang ringan, ditambah sentuhan instrumen string yang bikin hati terasa hangat.

Musiknya tidak lebay dan tidak terkesan memaksa kita untuk sedih. Pokoknya pas banget dengan aura suasana di era saat kita masih sekolah dulu. Temponya juga enak, berada di tengah-tengah antara bersemangat dan mellow.

Mendengarkan lagu ini benar-benar bikin memori masa sekolah berputar kembali :

  1. Momen romantis kejar-kejaran di lapangan sekolah.
  2. Sensasi menginjak rumput halaman yang masih basah di pagi hari.
  3. Kebiasaan pamer sepatu baru atau naik sepeda bareng sahabat.
  4. Ketawa lepas di dalam kelas, sampai momen kocak jajan gorengan di kantin.

Lagu ini benar-benar sukses menjadi latar yang sempurna untuk menemani potret masa muda yang berantakan tapi seru.



Bagaimana Review Dramanya?: Rasanya Seperti Membuka Album Foto Usang

Bagaimana dengan dramanya sendiri? Menonton When We Were Young itu rasanya persis seperti sedang membuka album foto masa remaja kita dulu.

Mengambil latar tahun 1996 di sebuah sekolah biasa, ceritanya berfokus pada geng anak kelas. Di sini, kamu tidak akan menemukan plot sinetron yang berat, konflik keluarga yang rumit, atau cinta segitiga yang berdarah-darah. Isinya justru hal-hal kecil sehari-hari yang sangat dekat dengan kehidupan kita:

  1. Taktik kompak ala militer saat menyontek massal.
  2. Keisengan ngerjain guru di kelas.
  3. Rasa deg-degan saat naksir teman sekelas.
  4. Serunya ikut lomba lari demi nama baik kelas.
  5. Hingga momen galau dan panik saat harus memilih jurusan kuliah.

Karakter yang Terasa Sangat Manusia

Yang bikin drama ini makin nyaman ditonton adalah semua karakternya terasa sangat nyata dan "manusiawi". Ada Yang Xi (Wan Peng), si cewek tomboy yang terlihat keras kepala di luar tapi sebenarnya rapuh di dalam. Lalu ada Hua Biao (Hou Ming Hao), cowok jenius yang agak bandel tapi punya kepedulian luar biasa pada teman-temannya.

Teman-teman di sekeliling mereka pun masing-masing dibekali cerita lucu dan beban emosionalnya sendiri. Chemistry di antara mereka terbangun sangat natural. Momen berantemnya terasa kocak, sementara momen diam-diamnya sering kali bikin kita ikut mellow.

Vibes yang Hangat, Jujur, dan Mirip Reply 1988

Tone dari drama ini terasa sangat hangat dan jujur. Ceritanya tidak berusaha mengagungkan masa muda menjadi sesuatu yang super indah tanpa cela, tapi juga tidak dibuat kelam. Drama ini cuma ingin menunjukkan kalau waktu SMA itu ya memang seperti itu: kita sering merasa sok tahu, sok berani, dan merasa dunia milik kita sendiri, padahal besok paginya langsung panik setengah mati saat menghadapi ulangan fisik atau matematika.

Secara visual, pemilihan pemerannya juga sangat oke dan berhasil menghidupkan suasana zamannya. Kalau kamu tipe penonton yang rindu dengan vibes drakor legendaris Reply 1988, drama When We Were Young ini punya kemiripan rasa, hanya saja dikemas dengan konflik yang jauh lebih ringan.

Tontonan ini sama sekali tidak bikin capek mikir. Tapi begitu selesai menontonnya, ada perasaan hangat yang tertinggal, bikin kita tersenyum sendiri sambil membatin, "Iya ya, dulu aku juga pernah kayak gitu."

Kesimpulan dan Skor Akhir

Untuk kamu yang butuh asupan tontonan yang hangat dan lagu latar yang ramah di telinga, proyek ini benar-benar paket lengkap.

  • Skor OST / Opening Song: 10/10 (Sempurna buat playlist nostalgia)
  • Skor Drama: 15/10 (Melebihi ekspektasi untuk genre school-romance)

Di mana saya bisa menonton drama When We Were Young (2018) secara resmi ?

Kamu bisa menonton drama ini secara resmi dan legal melalui platform streaming seperti WeTV atau Tencent Video, lengkap dengan pilihan sub bahasa Indonesia.

Siapa penyanyi asli dari Opening Song drama ini?

Lagu pembuka yang ikonik dan penuh bernuansa nostalgia ini berjudul Four North Building, di nyanyikan oleh  Liu Haolin.

Apakah drama China ini memiliki akhir cerita yang bahagia (Happy Ending)?

Drama ini menyajikan akhir cerita yang realistis dan hangat khas masa muda. Meskipun ada bagian yang terasa manis dan getir, akhir ceritanya sangat memuaskan untuk dinamika hubungan geng sekolah mereka.

Bagiamana,.. tertarik ?

Posting Komentar

0 Komentar