Kalau mendengar nama Andy Lau, yang terbayang di kepala saya biasanya adalah film-film aksi, kriminal, atau karakter yang selalu tampil penuh karisma. Makanya, waktu memutuskan menonton Lost and Love, saya tidak menyangka akan melihat sisi Andy Lau yang sangat berbeda.
Di film ini, tidak ada jas mahal, mobil mewah, ataupun adegan yang membuatnya terlihat seperti pahlawan. Andy Lau justru tampil sebagai Lei Zekuan, seorang petani sederhana yang menghabiskan hidupnya berkeliling China menggunakan sepeda motor tua untuk mencari putranya yang hilang karena diculik, dan beberapa menit pertama saja sudah membuat saya sadar kalau film ini bukan drama keluarga biasa.
Sekilas Tentang Lost and Love
Lost and Love adalah film drama Tiongkok yang dirilis pada tahun 2015. Ceritanya mengikuti perjalanan Lei Zekuan yang selama bertahun-tahun mencari anaknya yang hilang.
Yang saya suka, film ini tidak terburu-buru menceritakan semuanya. Penonton diajak ikut menempuh perjalanan panjang itu, bertemu banyak orang, dan melihat sendiri bagaimana seorang ayah tetap mempertahankan harapan meski waktu terus berjalan.
Kalau Kamu mencari film yang penuh ledakan emosi, mungkin ini bukan jawabannya. Tetapi kalau Kamu menyukai cerita yang perlahan masuk ke hati, Lost and Love punya cara yang sangat sederhana untuk melakukannya.
Andy Lau Tampil Sangat Natural
Menurut saya, inilah salah satu akting terbaik Andy Lau, bukan karena ia menangis di setiap adegan atau berbicara dengan dialog yang panjang. Justru sebaliknya, sering kali ia hanya diam. Namun dari tatapan matanya, kita bisa merasakan rasa lelah, rindu, dan harapan yang terus ia simpan selama bertahun-tahun.
Ada beberapa momen ketika saya benar-benar lupa bahwa orang yang sedang saya lihat adalah salah satu aktor terbesar di Asia, yang ada di depan layar hanyalah seorang ayah yang ingin menemukan anaknya, dan menurut saya, itulah keberhasilan terbesar Andy Lau di film ini.
Perjalanan yang Terasa Sangat Nyata
Sebagian besar cerita memperlihatkan Lei Zekuan berpindah dari satu kota ke kota lain, ia menempelkan selebaran, bertanya kepada orang-orang yang ditemuinya, lalu kembali melanjutkan perjalanan. Mungkin kalau hanya diceritakan, semua itu terdengar sederhana, tetapi saat menontonnya, saya justru merasa pola itu membuat perjuangan Lei Zekuan terasa semakin nyata.
Mencari seseorang selama bertahun-tahun memang bukan perjalanan yang penuh kejutan. Yang ada adalah harapan yang terus dibawa dari satu tempat ke tempat berikutnya. Film ini berhasil membuat saya ikut merasakan panjangnya perjalanan itu.
Visual yang Cantik, tetapi Menyimpan Kesedihan
Hal lain yang membuat saya betah mengikuti film ini adalah sinematografinya, banyak pemKamungan indah yang ditampilkan sepanjang perjalanan, jalan raya yang membelah pegunungan, desa-desa kecil, hingga hiruk-pikuk kota besar membuat film ini terasa hidup.
Namun di balik semua keindahan itu, saya justru merasakan sesuatu yang berbeda, semakin luas wilayah yang dilewati Lei Zekuan, semakin terasa kecil peluang seorang ayah untuk menemukan anaknya, tanpa perlu banyak dialog, gambar-gambar itu sudah mampu menyampaikan rasa sepi yang menemani perjalanannya.
Jing Boran Memberikan Warna Baru
Saya juga cukup menikmati penampilan Jing Boran sebagai Zeng Shuai, awalnya saya mengira ia hanya akan menjadi teman perjalanan biasa, ternyata hubungan mereka berkembang dengan sangat alami.
Kehadiran Zeng Shuai membuat cerita terasa lebih hangat sekaligus menunjukkan bahwa penculikan anak meninggalkan luka yang panjang, bukan hanya bagi orang tua, tetapi juga bagi anak-anak yang menjadi korbannya. Chemistry antara Andy Lau dan Jing Boran menjadi salah satu alasan mengapa saya semakin menikmati film ini.
Kisah Nyata yang Membuat Film Ini Semakin Berarti
Setelah selesai menonton, saya baru benar-benar menyadari bahwa Lost and Love terinspirasi dari kisah nyata Guo Gangtang, saat film ini dirilis pada tahun 2015, perjuangan sang ayah masih belum selesai, karena itu, akhir cerita yang ditampilkan terasa begitu nyata.
Yang membuat saya ikut merasa lega adalah kenyataan bahwa pada tahun 2021, Guo Gangtang akhirnya berhasil bertemu kembali dengan putranya setelah lebih dari dua puluh tahun mencari, mengetahui fakta tersebut membuat saya merasa film ini bukan hanya sebuah tontonan, tetapi juga penghormatan untuk perjuangan seorang ayah yang benar-benar terjadi.
Kenapa Saya Merekomendasikan Film Ini?
Buat saya, Lost and Love bukan film yang mengKamulkan adegan sedih untuk memancing air mata, film ini justru mengajak penonton memahami arti kasih sayang orang tua melalui perjalanan yang sederhana. Andy Lau tampil luar biasa, Jing Boran memberikan pendamping yang pas, sementara kisah nyata di balik film ini membuat semua emosi yang muncul terasa lebih kuat.
Kalau Kamu menyukai drama keluarga, kisah nyata, atau film yang meninggalkan kesan setelah selesai ditonton, saya rasa Lost and Love layak masuk daftar tontonan Kamu.
Tonton Lost and Love di Allyu
Kabar baiknya, Kamu tidak perlu bingung mencari film ini, Lost and Love sudah tersedia di Allyu, sehingga Kamu bisa langsung menikmatinya dengan mudah melalui aplikasi resminya.
Kalau belum memiliki aplikasinya, Kamu bisa mengunduh Allyu, membuat akun, lalu mulai menjelajahi berbagai pilihan film Asia yang tersedia, termasuk Lost and Love.
Download Aplikasi Allyu di - Allyu Universe
Menurut saya, film seperti ini lebih nikmat ditonton tanpa terburu-buru. Luangkan waktu sekitar dua jam, jauhkan dulu gangguan dari ponsel, dan biarkan perjalanan Lei Zekuan membawa Kamu mengikuti kisah seorang ayah yang tidak pernah kehilangan harapan.
---
Apakah Lost and Love diangkat dari kisah nyata?
Ya. Film ini terinspirasi dari perjuangan nyata Guo Gangtang yang mencari putranya selama lebih dari dua puluh tahun.
Apakah Lost and Love memiliki akhir yang bahagia?
Akhir film dibuat terbuka karena saat film diproduksi, kisah nyata Guo Gangtang belum berakhir. Dalam kehidupan nyata, ia akhirnya bertemu kembali dengan putranya pada tahun 2021.
Apakah Lost and Love layak ditonton?
Layak, terutama bagi penonton yang menyukai drama realistis, kisah keluarga, dan film yang mengangkat isu sosial dengan pendekatan yang emosional namun tidak berlebihan.

0 Komentar