Bagi para penggemar serial Battle Through the Heavens (BTTH), nama Xiao Yi Xian tentu sudah tidak asing lagi, di balik parasnya yang cantik dan imut, ia membawa salah satu takdir paling tragis di jagat Dou Qi, namun, alih-alih menyerah, perjalanan hidupnya dari seorang tabib desa hingga berhasil mencapai ranah Dou Sheng menjadikannya salah satu karakter wanita paling tangguh, setia, dan dicintai pembaca
Bagaimana dinamika hubungannya dengan Xiao Yan dan mengapa posisinya begitu spesial di akhir cerita ? Mari kita ulas secara mendalam.
Kesetiaan Tanpa Batas di Ambang Maut
Sejak awal kemunculannya sebelum menjelajahi Dataran Tengah bersama Xiao Yan, Xiao Yi Xian digambarkan sebagai sosok yang memiliki takdir menyakitkan. Lahir dengan Woeful Poison Body (Tubuh Racun Terkutuk), ia ditakuti dan dijauhi oleh semua orang, namun, di tengah kesendirian itu, Xiao Yan hadir sebagai secercah cahaya.
Bagi Xiao Yi Xian, Xiao Yan bukan sekadar penyelamat yang membantu menyembuhkan penyakit beracunnya. Xiao Yan adalah teman pertamanya seseorang yang tulus tinggal ketika dunia memalingkan wajah.
Kesetiaan Xiao Yi Xian pun tidak lahir dari pamrih atau harapan akan kesembuhan, melainkan murni dari lubuk hati yang paling dalam, berulang kali ia rela berdiri di ambang maut demi melindungi Xiao Yan, meski situasi nyaris merenggut nyawanya, kombinasi tekad yang kuat, alur takdir, dan tentu saja sedikit plot armor khas fiksi membuatnya terus bertahan., dibandingkan dengan karakter setia lainnya seperti Zi Yan si gadis loli yang kelak tumbuh dewasa dan kehilangan citra imutnya kesetiaan Xiao Yi Xian terasa jauh lebih emosional dan mendalam.
Visual Tercantik Sejak Musim Pertama BTTH
Jika kita berbicara tentang aspek visual di adaptasi animasi (donghua), Xiao Yi Xian adalah standar kecantikan sejati sejak Season 1, ahkan di masa-masa awal ketika kualitas animasi studio masih sangat sederhana dan kaku, visual Xiao Yi Xian sudah dirancang begitu mempesona dan anggun.
Karakter wanita lain di BTTH memang cantik, tetapi pada musim-musim awal, beberapa di antara mereka justru tampak kurang natural bahkan jika boleh jujur, terlihat seperti korban produk skincare abal-abal, penilaian ini bahkan sempat menimpa Xun Er di masa-masa awal adaptasi grafisnya, sebaliknya, Xiao Yi Xian selalu tampil dengan kelembutan yang memikat, membuktikan bahwa ia adalah anak emas dalam hal estetika visual sejak awal.
Pujian Langka dari Yao Lao dan Kepercayaan Mutlak
Keistimewaan Xiao Yi Xian tidak hanya diakui oleh para penggemar, tetapi juga oleh mentor Xiao Yan sendiri, Yao Lao, sepanjang cerita berjalan, mungkin hanya Xiao Yi Xian satu-satunya wanita yang pernah dipuji secara eksplisit oleh Yao Lao karena kebaikan hatinya yang luar biasa.
Pujian ini memperkuat alasan mengapa Xiao Yan rela mengerahkan seluruh waktu, tenaga, dan mempertaruhkan nyawa untuk mencari cara menyegel serta mengendalikan racun di tubuh gadis itu, hubungan mereka memang dimulai sebagai bentuk simbiosis mutualisme, namun seiring berjalannya waktu, hubungan itu berevolusi menjadi ikatan emosional yang sangat tulus.
Tingkat kepercayaan Xiao Yi Xian kepada Xiao Yan bahkan jauh melampaui kepercayaannya pada dirinya sendiri, salah satu bukti otentik dari penyerahan diri dan kepercayaan mutlak ini adalah ketika Xiao Yi Xian tidak keberatan sama sekali saat Xiao Yan harus melihat seluruh tubuhnya tanpa busana demi proses menyegel racun mematikan tersebut.
(Jika dihitung-hitung kembali, Xiao Yan memang termasuk karakter utama yang cukup beruntung karena ada banyak gadis yang pernah ia lihat dalam kondisi serupa sepanjang petualangannya)
Pengorbanan Karakter Demi Sentralitas Xun Er
Salah satu momen paling mengharukan yang menunjukkan ketulusan Xiao Yi Xian terjadi saat mereka berpamitan dengan Medusa (Cai Lin) sebelum meninggalkan Kekaisaran Jiama. Di momen itulah Xiao Yi Xian dengan lantang menegaskan posisinya:
"Dia adalah teman pertamaku. Bahkan jika saya harus mati, saya ingin mati di hadapannya."
Adegan dalam episode perpisahan tersebut sebenarnya menyimpan momen yang sangat menyentuh, di mana untuk pertama kalinya Xiao Yan memeluk Cai Lin dengan penuh kasih sayang. Namun, sayangnya, studio tidak menampilkannya secara visual. Hal ini bisa jadi merupakan bagian dari arah produksi yang sengaja menggeser posisi Cai Lin sebagai salah satu pendamping Xiao Yan)
Hal serupa juga berdampak pada dinamika romansa antara Xiao Yi Xian dan Xiao Yan. Petualangan panjang mereka berdua perlahan menumbuhkan benih cinta yang mendalam di hati Xiao Yi Xian. Pria berambut hitam itu mungkin terlalu bebal untuk menyadarinya, tetapi orang-orang di sekitar mereka tahu jelas termasuk Xun Er.
Dialog yang Dihilangkan Studio - Sentilan dari Xun Er
Jika Anda mengingat kembali momen sesaat sebelum Xiao Yan memasuki Makam Surgawi, terdapat pertemuan singkat namun krusial antara Xiao Yi Xian dan Xun Er, di versi aslinya, Xun Er sempat menyinggung perasaan terpendam Xiao Yi Xian, ia mengisyaratkan bahwa Xiao Yan tidak akan pernah peka jika Xiao Yi Xian terus-menerus memilih diam dan menyembunyikan cintanya dalam hati.
Namun lagi-lagi, demi menjaga narasi agar Xun Er terkesan sebagai satu-satunya wanita utama di sisi Xiao Yan, studio animasi cenderung memangkas rintangan emosional tersebut, perasaan samar-samar dan tulus dari wanita lain seperti Xiao Yi Xian sengaja diredam di layar kaca.
Akhir Bahagia - Pendamping Hidup di Benua Dou Qi
Meskipun cintanya sering kali bergerak dalam diam dan adaptasi animasinya banyak memotong momen manis mereka, sang penulis novel asli memberikan kepastian yang adil bagi para penggemar Xiao Yi Xian.
Selain Xun Er dan Cai Lin, Xiao Yi Xian adalah salah satu dari tiga wanita yang disebutkan secara eksplisit oleh penulis di bagian akhir cerita untuk tinggal bersama Xiao Yan, bagi para shipper dan penggemar setia, konfirmasi eksplisit ini menjadi indikasi kuat bahwa setelah semua penderitaan dan racun yang berhasil ia taklukkan, Xiao Yi Xian ikut bersama 2 wanita lainnya, mungkin menjadi pendamping Xiao Yan
Siapakah Xiao Yi Xian di BTTH ?
Xiao Yi Xian adalah seorang tabib baik hati yang ditemui Xiao Yan di masa awal petualangannya. Ia memiliki kondisi fisik langka bernama Woeful Poison Body, yang membuatnya bisa mengonsumsi racun untuk meningkatkan kekuatan namun secara perlahan mengikis umurnya.
Apakah Xiao Yi Xian mencapai ranah Dou Sheng ?
Ya, setelah berhasil mengendalikan tubuh racunnya dan berkultivasi di Dataran Tengah bersama Xiao Yan, Xiao Yi Xian berhasil menembus ranah Dou Sheng (Maha Kudus), menjadikannya salah satu petarung wanita terkuat di Benua Dou Qi.
Apakah Xiao Yan mencintai Xiao Yi Xian ?
Secara sadar, Xiao Yan awalnya menganggap Xiao Yi Xian sebagai sahabat terbaik dan orang yang wajib ia lindungi. Namun, kedekatan emosional, kepercayaan mutlak, dan kebersamaan mereka menumbuhkan rasa cinta yang mendalam, yang dikonfirmasi di cerita novel.
Mengapa hubungan Xiao Yi Xian di animasi terasa berbeda dengan di novel ?
Studio animasi BTTH melakukan beberapa penyesuaian alur (cut/filler) untuk merampingkan cerita. Pihak studio cenderung menonjolkan Xun Er sebagai pahlawan wanita utama, sehingga beberapa momen romantis atau dialog penting yang melibatkan perasaan Xiao Yi Xian dan juga Cai Lin sedikit dipangkas atau dihilangkan.
Bagaimana akhir kisah Xiao Yi Xian di akhir novel BTTH ?
Di akhir novel, Xiao Yi Xian tidak ditinggalkan sendirian. Penulis menyebutkan secara eksplisit bahwa ia, bersama 2 wanita lainnya, Yun Zhi dan Ya Fei tinggal bersama Xiao Yan di kekaisaran Jiama, fans beranggapan kalo ke 3 wanita ini adalah istri2 Xiao Yan di benua Dou Qi.

0 Komentar